intisari "the secret"
1. segala hal yg terjadi baik positif maupun negatif sebenarnya terjadi juga akibat perbuatan kita sendiri. dan sebaiknya kita bersyukur atas apa yg telah terjadi karena hal-hal tersebut dapat dijadikan pelajaran dalam hidup.
2. di dalam diri manusia terdapat magnet yg sangat kuat dan itu terdapat dalam pikiran manusia
3. menceritakan tentang hukum tarik-menarik dalam kehidupan manusia
4. jangan terobsesi pada suatu ambisi tp alam bawah sadar memikirkan kebalikannya. bisa jadi yg terjadi justru kebalikannya.
5. hukum tarik-menarik dalam kehidupan dapat terjadi baik kita mempercayainya ataupun tidak.
6. manusia mempunyai kehendak untuk menguasai pikiran.
7. pikiran positif mempunyai kekuatan lebih besar daripada pikiran negatif. namun, jika kita tidak melawan pikiran negatif, hal yg tidak kita inginkan kemungkinan bisa terjadi pada kehidupan.
Sunday, May 05, 2013
tugas softskill IV - 2SA01
Nama: Mutiara Anggrayni
Kelas: 2SA01
NPM: 15611050
Mata Kuliah: Kewirausahaan
Judul makalah: Memanfaatkan peluang usaha
Bab I
Pendahuluan
Latar belakang
Di jaman globalisasi saat ini, kita sebagai manusia harus
dapat memanfaatkan peluang usaha untuk kehidupan yang lebih baik.
Bukan hanya sebagai pesuruh ataupun karyawan tapi memliki
usaha sendiri adalah salah satu peluang untuk mendapatkan kehidupan yg labih
baik.
Tujuan
Agar kita sebagai manusia dapat memanfaatkan peluang usaha
semaksimal mungkin
Bab II
Pembahasan
Pengertian
Peluang usaha adalah kesempatan yg pasti bisa
didapatkan seseorang atau lebih dgn mengandalkan potensi diri yg ada dan dgn
memanfaatkan berbagai kesempatan baik itu peluang usaha apa saja, yg bisa dgn
sigap kita ambil.
Tidak mudah untuk memanfaatkan peluang usaha dalam kehidupan
sehari-hari karena dibutuhkan ketekunan, tenaga, dan modal dalam meraihnya.
Cara emanfaatkan peluang usaha
1. Melakukan Riset Pasar : Ya, kita perlu akan data2
mengenai pasar produk yang akan menjadi unggulan. agar produk kita bisa
diterima oleh orang lain, selain itu perlunya data2 mengenai tingkat persaingan
pasar, kompetisi harga, karakteristik konsumen dll, hal ini agar kita bisa
memprediksikan mengenai usaha kita apakah akan mampu bertahan
atau tidak.
2. Mempersiapkan dan menyusun rencana (market plan), mencakup target pasar produk, target pendapatan perbulan,, biaya operasional dll.
3. Patuh terhadap aturan, dengan kata lain tidak melanggar aturan dari pemerintah setempat,atau melanggar norma2 yang berlaku dimasyarakat, misalnya membuaka usaha minuman keras dll.
4. Strategi Pemasaran yang tepat sasaran.
5. Jika ke empat poin dasar diatas sudah kita lakukan, maka hal yang paling penting adalah mempraktekannya. Anda harus berani memulai wirausaha atas ide-ide anda sehingga anda akan tahu peluang usaha yang sedang dijalankan adalah peluang usaha yang benar-benar bagus.
2. Mempersiapkan dan menyusun rencana (market plan), mencakup target pasar produk, target pendapatan perbulan,, biaya operasional dll.
3. Patuh terhadap aturan, dengan kata lain tidak melanggar aturan dari pemerintah setempat,atau melanggar norma2 yang berlaku dimasyarakat, misalnya membuaka usaha minuman keras dll.
4. Strategi Pemasaran yang tepat sasaran.
5. Jika ke empat poin dasar diatas sudah kita lakukan, maka hal yang paling penting adalah mempraktekannya. Anda harus berani memulai wirausaha atas ide-ide anda sehingga anda akan tahu peluang usaha yang sedang dijalankan adalah peluang usaha yang benar-benar bagus.
Bab III
Penutup
Memanfaatkan peluang usaha bukanlah hal mudah. Dibutuhlkan
keberanian untuk mengambil segala resiko yang akan dihadapi dan juga harus siap
dalam segi tenaga dan modal. Bukan hanya sekedar memanfaatkan.
Daftar Pustaka
Tuesday, April 30, 2013
Tugas softskill III - 2SA01
Nama: Mutiara Anggrayni
Kelas: 2SA01
NPM: 15611050
Mata Kuliah: Kewirausahaan
Judul makalah: Kewirausahaan
Bab I
Pendahuluan
Latar belakang
Kewirausahaan dapat membantu perkembangan perekonomian
negara. Kewirausahaan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa
untuk konsumen dalam negeri maupun luar negeri.
Wirausahawan memiliki potensi diri untuk menghadapi resiko
dan peluang yang muncul. Wirausahawan memiliki motivasi untuk menjadikan
usahanya berhasil.
Tujuan penulisan
Agar dapat mengetahui lebih jelas tentang kewirausahaan
Bab II
Pembahasan
Pembahasan
Pengertian kewirausahaan
Kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan
wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau
non-komersial. Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian
seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis.
Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpreneur. Istilah
ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom
Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at
certain prices in order to combine them”.
Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh
para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa
pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber :
Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan
mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan
perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi
dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup
indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau
kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi
dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan
wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang
worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar
seperti pengarahan dan pengawasan.
Teori Kewirausahaan
Seiring berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang,
maka lahirlah berbagai macam teori tentang kewirausahaan, akan coba saya
uraikan berbagai teori kewirausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Neo Klasik
Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah
teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan
penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk
menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik
tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini
kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa
lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi
teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya.
2. Kirzerian Entrepreneur
Dalam teori Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia,
keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha,
sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang
pengusaha.
Dari berbagai disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan
yang dipandang dari sudut pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang
bahwa lahirnya wirausaha disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian
masa depanlah yang akan melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini
berkaitan dengan keberanian mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi,
dan melahirkan berbagai macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari
tentang, asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan
berdampak pada kemampuanya menanggapi peluang usaha dan mengolah usaha, sebagai
contoh orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha,
maka fakta dilapangan menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan padang
yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Selanjutnya teori psikologi, menurut
saya teori ini lebih menekankan pada motif individu yang melatarbelakangi
dirinya untuk berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi,
maka lebih besar kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi
peluang usaha yang diperolehnya.
Yang terakhir adalah teori perilaku, bagaimana seorang
wirausahawan harus memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan suatu usaha, me-manage
keuangan dan hal-hal terkait, membangun jaringan, dan memasarkan produk,
dibutuhkan pribadi yang supel dan pandai bergaul untuk memajukan suatu usaha.
Tujuan Kewirausahaan
Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa,
apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosetase
keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan.
Maka dari itu, dengan ditumbuh kembangnya pengetahuan
seputar kewirausahaan, akan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khusunya
generasi muda atau mahasiswa, untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan
berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeking). Dengan dilandasi
semangat nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersaing dikancah
percaturan perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang termotivasi
untuk meningkatkan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam
bidang kewirausahaan yang berdaya saing tinggi.
Mengapa dengan semakin banyak wirausahawan disuatu negara
akan meningkatkan daya saing negara tersebut ?, jawabanya saya kira cukup
jelas. Pertama, sebuah negara yang memiliki wirausahawan banyak tentunya akan
mendapatkan penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi
yang mereka lakukan, coba bayangkan apabila suatu negara terlalu banyak pegawai
negeri sipil yang kurang atau bahkan tidak produktif, maka mereka setiap bulan
memakan anggaran negara untuk menggaji mereka, namun sumbangsih mereka pada
perekonimian nasional sangat minim baik dari segi pajak maupun tingkat
konsumsi.
Mari kita lihat contoh lainya, dengan semakin banyak
penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka akan mandiri, tidak akan
bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal ini pemerintah harus pro
aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar benar-benar produktif dengan
bunga yang kompetitif, dan tidak menghancurkan pengusaha maupun pemerintah,
hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di bank-bank dalam negeri, sehingga
perputaran uang semakin lancar, dengan hal tersebut modal mereka akan bertambah
sehingga mampu menembus pangsa pasar global, yang nantinya menaikkan neraca
ekspor-impor dan akan menambah devisa negara secara signifakan, maka dengan hal
tersebut sangatlah jelas, bahwa kewirausahaan memiliki peran yang sangat
penting untuk menaikkan harkat martabat suatu bangsa dikancah internasional.
Selanjutnya ditinjau dari segi GNP (Gross National Product),
apabila semakin banyak uang yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia,
karena berwirausaha maka uang yang dihasilkan berpeluang semakin besar, berbeda
dengan gaji yang nominalnya relatif tetap. Akan meningkatkan GNP yaitu
keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi warga negara penduduk tersebut
dimanapun berada (di dalam dan luar negeri), dengan meningkatkan GNP ini akan
semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro, dan mempercepat roda
pembangunan nasional, karena ketersediaan anggaran semakin meningkat.
Dari beberapa dampak positif kewirausahaan tersebut, maka
dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi
masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi
wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan
akan semakin banyak warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam
dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan
kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfa’at bagi masyarakat luas.
Bab IIIPenutup
KESIMPULAN
Menjadi seorang wirusahawan bukan hal yang mudah. Dibutuhkan
keberanian dalam menghadapi berbagai resiko dan untung rugi dalam berwirausaha.
Itulah sebabnya pengetahuan tentang kewirausahaan dibutuhkan
dalam kehidupan.
Selain itu kewirausahaan dibutuhkan untuk mengasah
kreativitas kita dalam berdagang.
Daftar Pustaka
Tugas Softskill II - 2SA01
100 daftar impian
1. menjadi penyanyi.
saya mempunyai potensi sebagai penyanyi. setelah
lulus S1 dan menjadi Sarjana Sastra, saya akan mencari peluang seluas-luasnya
untuk dapat mewujudkan impian saya.
2. menjadi dancer.
saya punya skill dance yg cukup baik. tidak perlu
menunggu hingga lulus S1, saya sudah mulai belajar untuk meningkatkan kemampuan
menari saya. sehingga saya sangat berharap mendapat kesempatan menjadi trainee
salah satu agensi di Korea.
3. mempunyai sekolah khusus dalam bidang seni
karena dulu kurangnya motivasi untuk menjadi seorang
penyanyi dan penari maka saya berniat untuk membuka sebuah sekolah untuk
anak-anak yang ingin menggali potensi mereka, mengembangkan bakat mereka dalam
bidang tersebut. agar anak bangsa kedepannya semakin maju dan kreatif.
4. tinggal di New York
salah satu impian dan obsesi yg benar-benar hrs
diwujudkan. sebab, sejak saya kecil saya selalu ingin pergi ke luar negeri.
terutama dimana banyak tempat2 dan artis2 hollywood tinggal. sejak kecil saya
sudah menyukai bahasa inggris, itulah sebabnya saya masuk sastra inggris dan
mempunyai tekad bahwa suatu hari saya pasti akan tinggal disana.
5. berlibur ke Korea
karena saya salah satu penyuka Kpop dan saya
sangat tertarik dengan keadaan di Korea, ingin mengetahui segala hal tentang
Korea, sampai ke sudut-sudut desa-nya. saya sangat ingin sekali pergi kesana
6, IPK minimal 3
7. PI lancar
8. Skripsi lancar atau ambil jalur kedua
9. kerja part time tanpa harus ganggu kuliah
10. menambah skill dance
11. menambah skill nyanyi
12. lulus + mendapat gelar S1 Sastra
13. mendapat kerja di lembaga /tempat kursus
14. bisa memainkan alat musik
15. buka gerai/tokok kue untuk mama
16. memberangkatkan uti umroh + haji lagi
17. bertemu EXO!!!
18. bertemu B.A.P!!!!!!!
19. Masuk agency di Korea
20. punya girlband dg konsep strong-woman
21. nikah sama bule ^^
22. nikah sama orang Korea ^^"
23. punya suami sipit.........-__-"
24. JADI MODEL! aaah salah satu impian terbesar
sebenernya. model catwalk
25. datang ke setiap fansign-nya B.A.P
26. dateng ke setiap acar yg ada B.A.P dan EXO
27. pergi ke SM & TS building
28. ketemu face to face sama Kris & Daehyun
29. jadi model bareng Kris
30. duet & punya single bareng Daehyun
31. punya album
32. punya konser sendiri
33. menjadi seorang businesswoman
34. mempunyai usaha di bidang industri
35. mempunyai agensi / manajemen
36. punya butik
37. punya salon, spa & massage
38. punya restoran
39. punya band
40. punya studio band
41. punya studio dance
42. punya pacar..................................
43. menggelar pesta pernikahan di kawasan
"Statue of Liberty" (Patung Liberty, USA)
44. menggelar pesta pernikahan di Namsan Tower,
Seoul
45. wisata kuliner bareng mama & uti keliling
dunia
46. ketemu Kyuhyun, diangkat jadi adek x_x
47. pacaran sama Kris
48. nikah sama Daehyun
49. punya fashion show sendiri tiap tahun
50. jadi America's Next Top Model wohooo!!~
51. jadi pemenang kategori best female singer di
American Music Awards
52. bisa menghasilkan banyak novel yg bisa
dinikmati orang-orang
53. jadi penyair
54. berakting, bernyanyi di panggung
55. kuliah di New York University
56. kuliah di Seoul National University
57. dapet beasiswa di Manhatttan School of Music
58. bisa aransemen lagu
59. punya studio rekaman
60. punya label rekaman
61. jadi produser musik
62. punya artis-artis multi-talented
63. main film hollywood
64. bisa bikin film yg berkualitas
65. jadi fotografer
66. jadi reporter antara atau VOA
67. jalan-jalan ke menara eiffel & Gedung
Putih
68. punya rumah dengan desain sendiri
69. punya yayasan panti asuhan
70. menjadi penyedia lapangan pekerjaan bagi warga
lingkungan yg kurang mampu
71. punya hutan buatan di tiap propinsi di
Indonesia yg bisa dikunjungi org2 dlm upaya mengajarkan untuk tetap
melestarikan alam
72. mengurangi polusi udara
73. punya pesawat pribadi walopun saya takut
ketinggian............
74. jadi produsen sepeda
75. beliin mobil buat mama + uti
76. liburan ke Venesia
77. makan malam romantis di Italia (auk sama siape
-_-)
78. tampil di Broadway
79. jadi bintang tamu di Oprah Winfrey
80. punya rumah di Hollywood
81. punya store sepatu terbesar di Asia
82. punya store + brand tas terkenal di dunia
83. koleksi semua tas di dunia!!!
84. punya acara televisi (international)
85. punya karya sastra yg dinikmati orang-orang
berselera tinggi
86. berat badan jadi 48kg kaya Yoona
87. punya warisan ga abis 7 turunan kaya pak
Soeharto
88. punya keluarga sakinah, mawadah, warohmah
89. masuk surga *_*
90. menjalin kerja sama bareng artis-artis
Hollywood + Korea
91. punya motor ninja + CBR
92. punya iphone5 + samsung galaxy S4
93. jadi model majalah vogue edisi spesial tiap
tahun
94. punya perpustakaan di tiap negara, yg terbesar
adalah di Indonesia, kota Jogja :)
95. punya semua alat musik
96. hatam oxford -_-
97. hatam Al-Qur'an
98. PUNYA GUDANG COKELAT
99. dapet tehbotol gratis tiap hari
100. balikan sama mantan boleh ga? enggak ya?
ganti deh. jadi bagian dari B.A.P :')
Sunday, January 20, 2013
softskill-3 (kerukunan umat beragama)
Nama: Mutiara Anggrayni
Kelas: 2SA01
NPM: 15611050
Mata Kuliah: Ilmu Sosial
Dasar
Tugas III: Kerukunan
Umat Beragama
Bab I
Pendahuluan
Latar belakang
Hidup bermasyarakat berarti hidup berdampingan dengan orang lain. Hidup berdampingan
dengan orang lain berarti harus mau menerima setiap kondisi yang terjadi antara
semua orang, terutama dalam hal perbedaan beragama. Hal ini terkait dengan
keadaan orang-orang sekitar kita yang memiliki agama yang berbeda-beda.
Tujuan penulisan
1.
Sebagai tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar
2.
Agar pembaca dapat menganalisis tentang adanya perbedaan
agama di Indonesia
3.
Agar pembaca dapat menjaga kerukunan umat beragama di
Indonesia.
Bab II
Pembahasan
Pengertian kerukunan
Kerukunan dalam bahasa Arab disebut dengan kata tawaafuqun, tawaddun,
ittifaqul kamilati. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kerukunan
diartikan dengan kelapangan dada, dalam arti suka rukun kepada siapapun,
membiarkan orang berpendapat atau berpendirianlain, tak mau mengganggu
kebebasan berpikir dan berkeyakinan lain. Kerukunan itu adalah satu
tata pikir atau sikap hidup (thalent attitude) yang menunjukkan
kesabaran dan kelapangan dada menghadapi pikiran-pikiran, pendapat-pendapat,
dan pendirian orang. Dalam istilah agama islam,kerukunan itu dinamakan tasamuh, yaitu
membiarkan secara sadar terhadap pikiran atau pendapat orang lain. Orang yang
demikian dinamakan toleran.
Kerukunan itu membentuk sikap lahiriah manusia
dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia dalam masyarakat
Kerukunan umat beragama
Kerukunan umat beragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi
dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai
dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan
masyarakat dan bernegara.
Sadjijono mengungkapan bahwa kerukunan beragama menjadi salah satu faktor
pendukung kerukunan hidup berbangsa dan bernegara. Konsep dasar kerukunan
dmaksud bukan agamanya, akan tetapi umat dari masing-masing pemeluk agama.
Dalam hal agama, di kalangan umat islam misalnya seringkali terjadi
perbedaan pendapat atau penafsiran mengenal sesuatu hukum yang kemudian
melahirkan berbagai pandangan atau madzhab. Perbedaan pendapat dan penafsiran
pada dasarnya merupakan fenomena yang biasa dan manusiawi, karena itu menyikapi
perbedaan pendapat itu adalah memahami berbagai penafsiran.
Untuk menghindari perpecahan di kalangan umat islam dan memantapkan ukhuwah islamiyah para ahli menetapkan tiga konsep,yaitu :
1. Konsep tanawwul al ’ibadah (keragaman cara beribadah). Konsep ini mengakui adanya keragaman yang dipraktekkan Nabi dalam pengamalan agama yang mengantarkan kepada pengakuan akan kebenaran semua praktek keagamaan selama merujuk kepada Rasulullah. Keragaman cara beribadah merupakan hasil dari interpretasi terhadap perilaku Rasul yang ditemukan dalam riwayat (hadits).
Untuk menghindari perpecahan di kalangan umat islam dan memantapkan ukhuwah islamiyah para ahli menetapkan tiga konsep,yaitu :
1. Konsep tanawwul al ’ibadah (keragaman cara beribadah). Konsep ini mengakui adanya keragaman yang dipraktekkan Nabi dalam pengamalan agama yang mengantarkan kepada pengakuan akan kebenaran semua praktek keagamaan selama merujuk kepada Rasulullah. Keragaman cara beribadah merupakan hasil dari interpretasi terhadap perilaku Rasul yang ditemukan dalam riwayat (hadits).
2. Konsep al mukhtiu fi al ijtihadi lahu ajrun(yang salah dalam berijtihad pun mendapatkan ganjaran). Konsep ini mengandung arti bahwa selama seseorang mengikuti pendapat seorang ulama, ia tidak akan berdosa, bahkan tetap diberi ganjaran oleh Allah. Walaupun hasil ijtihad yang diamalkannya itu keliru. Di sini perlu dicatat bahwa wewenang untuk menentukan yang benar dan salah bukan manusia, melainkan Allah SWT yang baru akan kita ketahui di hari akhir. Kendati pun demikian, perlu pula diperhatikan orrang yang mengemukakan ijtihad maupun orang yang pendapatnya diikuti, haruslah orang yang memiliki otoritas keilmuan yang disampaikannya setelah melalui ijtihad.
3. Konsep la hukma lillah qabla ijtihadi al mujtahid (Allah belum menetapkan suatu hukum sebelum upaya ijtihad dilakukan seorang mujtahid).
* Ijtihad menurut bahasa yaitu memeras pikiran, mencurahkan tenaga
secara maksimal atau berusaha dengan sungguh-sungguh.
*mujtahid ialah orang yang bertijtihad
Pendapat saya
Menurut saya, pengertian dari kerukunan umat beragama adalah saling
menghargai dengan umat beragama lainnya. Saya terkadang merasa kecewa dengan
apa yang dilakukan (maaf) sebagian forum yg meng-atasnama-kan Tuhan sebagai
pemicu adanya kerusuhan ataupun kekerasan. Jika anda memang mencintai Tuhan
anda dan percaya atas segala kehendak-Nya, anda tentu tahu bahwa kekerasan
tidak dianjurkan dalam agama.
Saya muslim, tapi saya punya banyak teman non-muslim. Tapi kami saling
menghargai apa yang kami percayai masing-masing. Bahkan untuk sekedar
pengetahuan kadang kami berbagi tentang
apa saja yang kami kerjakan dalam agama kami masing-masing.
Dalam sebuah hadits mengatakan “untukmu agamamu, untukku agamaku”. Saya sangat
mengamalkan tentang hadits ini. Jika kita tidak saling menghargai apa yang umat
lain percayai, apa jadinya dunia ini?
Daftar Pustaka
http://khasanah-islam.blogspot.com/2012/08/kerukunan.html
http://dezhi-myblogger.blogspot.com/2011/05/pengertian-kerukunan-umat-beragama.html
http://rifasm.blogspot.com/2012/01/kerukunan-antar-umat-beragama-di.html
http://musliminzuhdi.blogspot.com/2012/03/makna-kerukunan-umat-beragama.html
http://lampung.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=15012
Saturday, November 24, 2012
softskill - Ilmu Sosial Dasar (II)
Nama: Mutiara Anggrayni
Kelas: 2SA01
NPM: 15611050
Mata Kuliah: Ilmu Sosial Dasar
Tugas: II. Proses-proses sosial
dan interaksi sosial
Bab
I
Pendahuluan
Latar belakang
Dalam hidup bermasyarakat dibutuhkan proses & interaksi
sosial untuk menciptakan komunikasi yang baik antar masyarakat.
Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung
dalam suatu jangka waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola
pengulangan hubungan perilaku dalam kehidupan masyarakat.
Tujuan penulisan
1.
Untuk
mengetahui pengertian dari proses sosial
2. Untuk mengetahui penyebab
terjadinya proses sosial
3. Untuk mengetahui
syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
4. Untuk mengetahui
macam-macam proses sosial
5.
Untuk
mengetahui contoh dari proses sosial
Bab II
Pembahasan
Pengertian proses
sosial
Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung
dalam suatu jangka waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola
pengulangan hubungan perilaku dalam kehidupan masyarakat.
Pengertian interaksi sosial
Interaksi
sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang
menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan
kelompok dengan kelompok.
Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (yang
juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan
syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan
hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara
orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan
dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia
terjadi anatara kelompok tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak
menyangkut pribadi anggota-anggotanya.
Interaksi sosial antara
kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut
lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan
kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak
apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tidak akan
mungkin terjadi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan
sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem interaksinya.
Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai
faktor :
Imitasi
Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat
mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku
Sugesti
Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu
pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima
oleh pihak lain.
Identifikasi
Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan
dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi
sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat
terbentuk atas dasar proses ini.
Simpati
Sebenarnya merupakan suatu
proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini
perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada
simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama
dengannya.
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis,
menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu
dengan kelompok.
Dua Syarat terjadinya interaksi sosial :
Adanya kontak sosial
(social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk.Yaitu antarindividu,
antarindividu dengan kelompok, antarelompok. Selain itu, suatu kontak dapat
pula bersifat langsung maupun tidak langsung.
1.
Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti
pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang
tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan
yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.
Macam-macam proses sosial
Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas
lagi. Menurut mereka, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat
adanya interaksi sosial :
1. Asosiatif
a. Kerja Sama (Cooperation)
Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok
manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama
tersebut ber-kembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan
bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai
manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian
kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya,
keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya
rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik.
Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap
kelompoknya (in-group-nya) dan kelompok lainya ( out-group-nya).
Kerja sama akan bertambah kuat apabila ada hal-hal yang menyinggung
anggota perorangan lainnya.
Fungsi kerjasama digambarkan oleh Charles
H.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai
kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup
pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan
tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya
organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna”
Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk
kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerjasama tersebut
lebih lanjut dibedakan lagi dengan:
2.
Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) :
Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa
3.
Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) :
Kerjasama atas dasar tertentu
4.
Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) :
Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.
Ada 5 bentuk kerjasama :
1.
Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong
menolong
2.
Bargaining, yaitu pelaksana perjanjian
mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih
3.
Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses
penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam
suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya
kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang ber-sangkutan
4.
Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua
organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan
keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau
lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan
lainnya. Akan tetapi, karena maksud utama adalah untuk mencapat satu atau
beberapa tujuan bersama, maka sifatnnya adalah kooperatif.
5.
Joint venture, yaitu kerjasama dalam pengusahaan
proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pertambangan batubara,
perfilman, perhotelan, dan seterusnya.
b. Akomodasi (Accomodation)
Istilah Akomodasi dipergunakan
dalam dua arti yaitu menujuk pada suatu keadaan dan yntuk menujuk pada suatu
proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam
interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam
kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam
masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia
untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai
kestabilan. Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu
perngertian yang di-gunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses
dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi.
Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya
saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi
ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
pertentangan tanpa meng-hancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan
kepribadiannya.
Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang
dihadapinya, yaitu :
1.
Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau
kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.
2.
Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk
sementara waktu atau secara temporer.
3.
Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok
sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan
kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem
berkasta.
Bentuk-bentuk Akomodasi:
1. Corecion, suatu bentuk
akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan
2. Compromise, bentuk akomodasi
dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai
suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
3. Arbitration, Suatu
cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang ber-hadapan tidak
sanggup mencapainya sendiri
4. Conciliation, suatu
usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih
demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
5. Toleration, merupakan
bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
6. Stalemate, suatu akomodasi
dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mem-punyai kekuatan yang seimbang
berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.
7. Adjudication, penyelesaian
perkara atau sengketa di pengadilan
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu
asimilasi adalah :
1.
Toleransi
2.
kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang
ekonomi
3.
sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
4.
sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam
masyarakat
5.
persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
6.
perkawinan campuran (amaigamation)
7.
adanya musuh bersama dari luar
Faktor-faktor yang menghambat terjadinya asimilasi
adalah :
1.
Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu
dalam masyarakat
2.
Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang
dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga
3.
Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan
yang dihadapi perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu
lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.
4.
Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit
atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang
terjadinya asimilasi.
5.
Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap
minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari
golongan yang berkuasa
d. Amalgamasi
Merupakan peleburan dua kelompok budaya yang kemudian
melahirkan budaya baru. Biasanya dapat terjadi dengan sukarela maupun dengan
pemaksaan.
Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional
proccesses, yang persis halnya dengan kerjasama, dapat ditemukan pada
setiap masyarakat, walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan
sistem sosial masyarakat bersangkutan.
a. Persaingan
(Competition)
Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu
proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari
keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu
menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan
cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada
tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
Persaingan mempunya dua tipe umum :
Bersifat Pribadi : Individu, perorangan, bersaing dalam
memperoleh kedudukan. Tipe ini dinamakan rivalry.
Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua
perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah
tertentu.
Bentuk-bentuk persaingan :
Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan
dibandingkan dengan jumlah konsumen
Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang
keagamaan, pendidikan, dan seterusnya.
Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang
maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau
kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.
Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan.
Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur
kebudayaan lainnya.
b. Kontraversi (Contravetion)
Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses
sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Bentuk
kontraversi menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 5 : 1.
Yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan,
keenganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes,
gangguang-gangguan, kekerasan, pengacauan rencana
2.
Yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang
lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebaran, mencerca, memfitnah,
melemparkan beban pembuktian pada pihak lain, dan seterusnya.
3.
Yang intensif, penghasutan, menyebarkan desas
desus yang mengecewakan pihak lain.
4.
Yang rahasia, mengumumkan rahasian orang,
berkhianat.
5.
Yang taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan
membingungkan pihak lain.
Contoh lain adalah memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan
kekerasan, provokasi, intimidasi, dan seterusnya.
Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe
umum kontravensi :
1.
Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi
terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat
2.
Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami
dengan istri dalam keluarga.
3.
Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan
mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut
hubungan mereka di dalam lembaga legislatif, keagamaan, pendidikan, dst.
c. Pertentangan
(Pertikaian atau conflict)
Pribadi maupun kelompok menyadari adanya perbedaan-perbedaan
misalnya dalam ciri-ciri badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola
perilaku, dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam
perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.
Sebab pertentangan adalah :
1.
Perbedaan antara individu
2.
Perbedaan kebudayaan
3.
Perbedaan kepentingan
Perubahan sosial.
Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai
keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan
merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai.
Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:
1.
Pertentangan pribadi
2.
Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak
akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan
pertentangan
3.
Pertentangan antara kelas-kelas sosial :
disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan
4.
Pertentangan politik : menyangkut baik antara
golongan-golongan dalam satu masyarakat, maupun antara negara-negara yang
berdaulat
5.
Pertentangan yang bersifat internasional :
disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan
negara
Akibat-akibat bentuk pertentangan
1.
Tambahnya solidaritas in-group
2.
Apabila pertentangan antara golongan-golongan
terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah
dan retaknya persatuan kelompok tersebut.
3.
Perubahan kepribadian para individu
4.
Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
5.
Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu
pihak
Bab
III
Penutup
KESIMPULAN
Proses sosial adalah setiap
interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka waktu yang sedemikian rupa
hingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku dalam kehidupan
masyarakat. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial,
karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin adakehidupan bersama.Bentuk umum proses sosial
adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial)
karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas
sosial.
Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai
faktor yaitu:Imitasi, Sugesti, Identifikasi, Proses simpati.Syarat terjadinya
interaksi sosial yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi.Proses sosial ada
yang bersifat asosiatif (kerjasama) dan desosiatif (perpecahan).
Daftar
pustaka
http://jurusankomunikasi.blogspot.com/2009/04/proses-sosial-dan-interaksi-sosial.html
http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-45460-Makalah-Proses%20Sosial.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
